Sejarah Singkat

SEJARAH BERDIRINYA SEKOLAH

SMA 17 Agustus Padang didirikan oleh Yayasan Kesejahteraan KODAM III/17 Agustus (Yasebang Dam III/17 Agustus) pada tanggal 12 Januari 1979 dengan gedung belajar di atas Komplek Pertokoan Wisma Penyalur Padang dengan jumlah local yang ada yaitu 3 lokal.

Latar belakang didirikannya SMA 17 Agustus ini adalah untuk menampung anak ABRI yang tidak dapat diterima oleh sekolah negeri dan juga ikut serta dalam membantu pemerintah dalam bidang pendidikan. Saat berdirinya SMA ini Yayasan Kesejahteraan Kodam III/17 Agustus diketuai oleh Bapak Letnan Kolonel CIN Wahidin serta Kepala SMA Bapak Drs. Nurdin Nauman BA.

Setelah 2 tahun menggunakan lokasi di atas komplek pertokoan wisma penyalur atas perintah Bapak Panglima Kodam III/17 Agustus maka untuk lokasi pembangunan gedung SMA didirikan Tanah di belakang Komplek Perumahan Dodiklat Simpang Haru yang ketika itu masih berupa ladang dan kolam penghuni asrama tersebut.

Maka di atas tanah inilah SMA 17 Agustus berangsur membangun gedungnya sampai berjumlah 10 lokal belajar ditambah 1 Komplek Gedung Tata Usaha dan ruangan Majelis Guru. Setelah bangunan selesai maka sertifikat tanah langsung diurus atas nama SMA 17 Agustus.

Dan pada tahun 1986 dengan terjadinya Likwidasi Kodam III/17 Agustus maka Yayasan Kesejahteraan Kodam III/17 Agustus berubah menjadi Yayasan Wirasakti 17 Agustus dan Ketua Yayasan Wirasakti 17 Agustus masih tetap di pegang oleh Bapak Letkol Wahidin dan Kepala SMA masih tetap dipegang oleh Bapak Drs. Nurdin Nauman.

Pada Maret 1989 Bapak Drs. Nurdin Nauman meninggal dunia dan sementara jabatan Kepala SMA dijabat oleh Bapak Letkol Wahidin dengan pelaksana harian Bapak Erman B. Sc. Setelah 6 bulan berlangsung maka jabatan kepala SMA 17 Agustus diserahkan kepala Bapak Erman B. Sc.

Pada bulan Desember 1991 Bapak Letkol Wahidin meninggal dunia dan yayasan Wirasakti 17 Agustus dipegang oleh Bapak Mayor Sudiro yang ketika itu menjabat sebagai Sekretaris Yayasan. Pada pertengahan Maret 1992 Yayasan Wirasakti meleburkan diri dan SMA 17 Agustus diserahkan ke Yayasan Tunas Kartika Cabang Sumatera Barat yang saat itu diketahui oleh  Soewarno Adiwijoyo.

Dengan berpindahnya Yayasan pengelola dari Yayasan Wirasakti 17 Agustus ke Yayasan Tunas Kartika maka atas perintah Bapak Danrem 032 Wirabraja Bapak Kolonel INF Soewarno Adiwijoyo Gedung belajar SMA 17 Agustus dipindahkan dari gedung lama ke gedung bekas Dodiklat dengan mengadakan renovasi gedung untuk bisa ditempati sebagai gedung belajar. Maka muali Tahun Ajaran 1992/1993 SMA 17 Agustus Padang telah berada di gedung Jalan Dr. Sutomo No. 4 C Padang di Simpang Haru.

Pada tahun 1997 berdirilah SMP dan STM, setelah itu tahun 2000 dibuka lagi SMEA dan SMA Bukit Barisan yang diprakarsai oleh SMA Kartika